Di usia yang terbilang cukup tuk melepas masa lajang tak pelak bagi siapapun khususnya wanita ingin merasakan namanya menikah demi mengapai ridho dan barokah-Nya namun apa daya jodohpun belum datang jua dengan segala doa dan ikhtiar tak pernah putus jua.
Nyatanya menanti jodoh tak semudah membalikkan telapak tangan tak seperti gadis lajang diluar sana yang begitu ringan dan mudah menuju gerbang pernikahan. Mungkin sudah suratan takdir yang telah digariskan oleh sang kuasa sejak kita masih di lauhul mahfudz.
Awalnya, tak mengira sama sekali apa yang orang lain alami pada realitanya akan aku alami jua yaitu dilangkah menikah oleh sang adik tercinta. Mendengar dan melihat dari pengalaman beberapa teman atau sahabat bahwa dilangkah menikah salah satu kenyataan pahit yang mau tak mau dan suka tak suka harus diterima.
Bahkan ada penuturan seorang teman yang dilangkah menikah oleh adiknya sampai 5 kali. Gak terbayang bagaimana betapa sabar dan tegarnya dia ketika harus menerima kenyataan dan pengorbanan sebagai wujud rasa sayang seorang kakak kepada adik-adiknya. Walaupun aku sadari bahwa setegar atau sekuat-kuatnya wanita pasti ada rasa kesedihan yang tersembunyi di lubuk hati terdalam.
Dan, tinggallah sebulan lagi adik kesayangan aku akan melepas masa lajang dengan wanita pilihannya. Sebenarnya perasaan aku biasa saja ketika sang adik memutuskan menikah berarti aku akan dilangkah menikah karena dari awal sudah siap lahir bathin ketika dia sudah dekat dengan wanita pilihannya kemudian ada kecocokan satu sama lain beberapa bulan dilanjutkan proses lamaran dan insya allah akhir april ini adikku melangsungkan pernikahan.
Apa boleh buat mungkin jalannya sudah seperti itu? Aku harus mengikhlaskan ketika jodohku tertunda sebentar untuk membuka jalan sang adik menuju gerbang pernikahan. Terlalu egois diri ini jika terus-terusan menahan niatnya menikah sampai aku benar-benar mendapatkan jodoh dari Allah SWT. Karena sama saja aku telah mengumpulkan ladang dosa buat orangtua dan adik yang suatu saat khilaf melakukan perbuatan maksiat/zina, naudzubillahimindzalik.
Saat ini yang aku pikirkan bukan kapan jodohku akan datang? melainkan sebuah stigma negatif dari orang lain seperti para sanak famili maupun tetangga yang menurut aku cara pikir dan sudut pandangnya masih kolot dan sempit bahwa perempuan lajang yang dilangkah menikah biasanya akan berefek bahwa jodohnya lama alias hauer.
Jujur saja, dilema ini yang ditakutkan saat ini bagaimana perasaan kedua orangtua tercinta mendengar stigma negatif seperti itu sampai-sampai siapapun yang dekat sama aku disuruh menikah gak pakai acara pacaran lama. Padahal kan ga harus begitu juga masa aku harus korbankan segenap perasaan ini demi membahagiakan kedua orangtua untuk mematahkan semua stigma negatif yang sudah lazim dan terkenal di masyarakat kita.
Dibalik kesedihan yang aku secercah yang aku rasakan selain adik tercinta menikah selain itu akan mendapatkan pelangkah sebagai syarat apabila seorang kakak dilangkah menikah oleh sang adik. Dalam hal ini, aku ga meminta yang
mahal dan memberatkannya karena ga bagus juga kedengarannya. Jadi, hanya satu pintaku yaitu sebuah gadget baru dan uang dengan jumlah tertentu.
Aku berdoa dan yakin setelah ini jodohku insya allah selalu dipermudah dan dilancarkan sama Allah SWT. Siapapun dan dimanapun yang saat ini senasib dan sepenanggungan dengan diriku tetap sabar, tabah dan istiqomah dalam menjemput jodoh. Allah SWT saat ini sedang mempersiapkan jodoh terbaik buat kita jadi tetap semangat yaa ladies!!! Nantinya aku hanya menikah karena cinta maupun sayang yang tulus bukan desakan atau paksaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar